Lima Tips Sederhana untuk Fotografi Cityscape

1. Fotolah diwaktu yang tepat

Makati City, Philippines
Taken with a Canon EOS 5Ds with a Tamron 24-70mm G2 lens

Tip ini jelas merupakan klise fotografi tetapi masih berlaku di hampir setiap genre fotografi. Memotret pada waktu yang tepat sangat penting dalam fotografi lanskap, dan terlebih lagi dalam pemotretan pemandangan kota. Bukan hanya karena waktu-waktu tertentu dalam sehari memberikan karakter dan suasana hati pada foto lanskap, tetapi juga karena (dan ini sama pentingnya) lampu-lampu kota yang terang membuat jendela Anda untuk memotret pencahayaan yang seimbang jauh lebih pendek daripada pemandangan alam karena mereka seringkali dapat mengalahkan langit dan kotak keluar dari rentang dinamis efektif Anda

Makati City, Philippines
Taken with a Canon EOS 6D with a Tamron 15-30mm (version 1) lens

Menemukan lokasi yang baik, tiba sebelum jam emas, dan menentukan komposisi Anda memungkinkan Anda melakukan pra-pengambilan gambar dengan benar sehingga Anda tidak ketinggalan jendela pemotretan Anda.

2. Manfaatkan Ruang dengan Bijaksana

Memotret cityscapes adalah permainan menggambarkan keagungan, memanfaatkan pola, dan menunjukkan perspektif unik. Anda mungkin ingin memanfaatkan sudut yang menunjukkan kepadatan struktur di kota tertentu dengan mengisi bingkai Anda dengan bangunan dan menyisakan sedikit ruang untuk langit kosong atau ruang tidak penting lainnya.

Makati City, Philippines
Shot with a Canon EOS M3 with a Tamron 10-24mm G2 lens

On the other hand, making use of negative space can help you illustrate boundaries of the city and consequently show it’s size and location in relation to neighboring areas and/or geographic structures. Having some dynamic elements like a fiery sunset in the sky or crashing waves in the foreground most often adds aesthetic value to the photograph. 

3.  Ilustrasi Kontras Struktur Alam dan Buatan Manusia

Tidak ada kota yang muncul dari ketiadaan. Tentu saja, sebelum urbanisasi terjadi, daerah di mana setiap megalopolis duduk adalah gunung, ladang atau dataran. Sebagian besar kota ikonik adalah kota yang melestarikan keajaiban geografis mereka di tengah pengembangan infrastruktur besar-besaran. Jika Anda memotret sebuah lokasi dengan fitur-fitur seperti itu, akan lebih baik untuk menemukan titik pandang yang menggambarkan kontras antara badan alami tanah atau air terhadap lanskap kota yang cerah dan sibuk.

4. Tembak Long Exposure untuk Mengilustrasikan Kehidupan Kota yang Berjalan Cepat

Downtown Los Angeles, California
Taken with a Canon EOS 6D and Tamron SP 15-30mm (version 1)

Teknik eksposur panjang sangat umum digunakan dalam fotografi Cityscape sebagian besar karena cityscapes sering terlihat paling baik di malam hari di mana ada banyak cahaya kurang ambient tetapi alasan lain untuk menggunakan mengambil eksposur panjang adalah untuk membuat jejak cahaya. Jalur cahaya yang sebagian besar dibuat oleh kendaraan bermotor seringkali menarik untuk pola yang mereka buat dan karena alasan sederhana bahwa mereka cerah. Selain itu, jalur cahaya sering melambangkan kehidupan orang-orang di kota yang serba cepat. Eksposur yang panjang memungkinkan mobil untuk membuat jalur yang melacak jalur sibuk. Dengan sudut dan perspektif yang tepat, mereka berkontribusi pada desain visual secara keseluruhan dengan bertindak sebagai jalur visual yang memandu mata pemirsa melintasi bingkai.

5. Atur Warnamu

Foto Cityscape, sangat mirip dengan tempat yang mereka ilustrasikan, seringkali merupakan pemandangan yang sangat sibuk. Gambar-gambar ini sering diisi dengan begitu banyak detail yang berkontribusi pada kebesaran foto. Selain semua detail itu, kota yang sibuk dan sibuk sering bersinar dengan begitu banyak warna berbeda yang berasal dari berbagai jenis sumber cahaya yang mencerminkan berbagai jenis permukaan. Memiliki terlalu banyak warna dalam satu adegan seringkali dapat menghilangkan fokus dari subjek besar dan menjadi pengalih perhatian yang secara tak terelakkan menghancurkan desain visual. Seperti gitar yang tidak selaras, berbagai nada dalam foto sering kali dapat berbenturan dan merusak hasil pemotretan sepenuhnya. Penting untuk mengelola warna Anda dalam pemrosesan pasca terutama ketika kombinasi warna menjadi terlalu berlebihan.

Ortigas Central Business District, Philippines
Taken with a Canon EOS M5 with a Tamron SP 70-200mm G2 lens

Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar kamera, saat memotret langit biru yang bersebelahan dengan sumber cahaya hangat (lampu kota atau matahari terbenam), cenderung salah menafsirkan rona biru sebagai ungu. Ungu bisa menjadi nada yang terjadi secara alami, tentu saja selama jam emas tetapi tidak jarang bagi kamera untuk membuat ungu sedikit melebihi apa yang tampak alami. Sedikit manajemen rona dalam pemrosesan pasca bisa sangat membantu dalam membuat foto-foto Lansekap Kota Anda jauh lebih koheren dalam komposisi.

Sumber: Fstopper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu