Pahamkan Diferensiasi Sosial: Kunci Memahami Perbedaan dalam Masyarakat

administrator

Diferensiasi sosial adalah sebuah konsep yang digunakan dalam ilmu sosiologi untuk menggambarkan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam masyarakat. Perbedaan-perbedaan ini dapat berupa perbedaan status, peran, kekuasaan, atau akses terhadap sumber daya. Contoh diferensiasi sosial adalah adanya perbedaan antara orang kaya dan miskin, antara laki-laki dan perempuan, atau antara kelompok mayoritas dan kelompok minoritas.

Diferensiasi sosial memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam masyarakat dapat menciptakan struktur dan organisasi sosial, serta memudahkan koordinasi dan kerja sama. Namun, diferensiasi sosial juga dapat menimbulkan masalah-masalah sosial, seperti kesenjangan, konflik, dan diskriminasi.

Konsep diferensiasi sosial pertama kali dikembangkan oleh sosiolog Jerman, Georg Simmel, pada akhir abad ke-19. Simmel berpendapat bahwa diferensiasi sosial merupakan hasil dari proses industrialisasi dan modernisasi, yang menyebabkan masyarakat menjadi lebih kompleks dan terbagi-bagi.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial merupakan konsep penting dalam sosiologi yang menggambarkan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam masyarakat. Perbedaan-perbedaan ini dapat berupa status, peran, kekuasaan, atau akses terhadap sumber daya. Memahami aspek-aspek penting dari diferensiasi sosial sangatlah krusial untuk memahami bagaimana masyarakat terstruktur dan berfungsi.

  • Status
  • Peran
  • Kekuasaan
  • Kekayaan
  • Pendidikan
  • Pekerjaan
  • Agama
  • Etnis
  • Jenis Kelamin
  • Usia

Aspek-aspek diferensiasi sosial ini saling terkait dan membentuk struktur masyarakat. Misalnya, status seseorang dapat mempengaruhi perannya dalam masyarakat, begitu pula sebaliknya. Kekuasaan dan kekayaan juga dapat mempengaruhi akses seseorang terhadap sumber daya, seperti pendidikan dan pekerjaan. Memahami aspek-aspek diferensiasi sosial sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan dan ketidakadilan dalam masyarakat.

Status

Status merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Status mengacu pada posisi seseorang dalam masyarakat, yang dapat didasarkan pada berbagai faktor seperti kekayaan, kekuasaan, pekerjaan, pendidikan, atau afiliasi kelompok. Status seseorang dapat mempengaruhi perannya dalam masyarakat, aksesnya terhadap sumber daya, dan interaksinya dengan orang lain.

  • Status Ascribed
    Status yang diberikan kepada seseorang berdasarkan faktor-faktor di luar kendalinya, seperti kelahiran, jenis kelamin, atau ras.
  • Status Achieved
    Status yang diperoleh seseorang melalui usaha dan prestasi, seperti pendidikan, pekerjaan, atau kekayaan.
  • Status Diffused
    Status yang dimiliki seseorang karena kedekatannya dengan orang lain yang berstatus tinggi, seperti pasangan atau anggota keluarga.
  • Master Status
    Status yang paling penting dan menentukan dalam kehidupan seseorang, yang mengesampingkan status lainnya.

Status memiliki implikasi yang signifikan dalam diferensiasi sosial. Status yang tinggi dapat memberikan seseorang akses terhadap kekuasaan, kekayaan, dan sumber daya lainnya, sementara status yang rendah dapat membatasi peluang dan sumber daya yang tersedia bagi seseorang. Memahami status dan implikasinya sangat penting untuk memahami bagaimana masyarakat terstruktur dan bagaimana individu berinteraksi di dalamnya.

Peran

Peran adalah seperangkat perilaku dan harapan yang diharapkan dilakukan oleh seseorang dalam posisi atau status tertentu. Peran merupakan komponen penting dalam diferensiasi sosial karena menciptakan struktur dan keteraturan dalam masyarakat. Peran mengarahkan individu bagaimana mereka harus berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain, tergantung pada posisi mereka dalam masyarakat.

Peran dapat disebabkan oleh diferensiasi sosial, seperti perbedaan status, kekuasaan, atau kekayaan. Misalnya, dalam sistem kasta, peran seseorang ditentukan oleh kasta tempat mereka dilahirkan. Demikian pula, dalam masyarakat feodal, peran seseorang ditentukan oleh posisi mereka dalam hierarki feodal. Namun, peran juga dapat mempengaruhi diferensiasi sosial, karena peran yang berbeda dapat memberikan akses yang berbeda terhadap sumber daya dan kekuasaan.

Memahami peran sangat penting untuk memahami diferensiasi sosial. Peran membentuk perilaku dan interaksi individu, dan menciptakan struktur dan keteraturan dalam masyarakat. Dengan memahami peran yang berbeda yang dimainkan oleh individu dalam suatu masyarakat, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana masyarakat tersebut terorganisir dan berfungsi.

Kekuasaan

Kekuasaan merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Kekuasaan mengacu pada kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi perilaku orang lain, bahkan ketika ada perlawanan. Kekuasaan dapat bersumber dari berbagai faktor, seperti status, kekayaan, atau otoritas formal. Kekuasaan memiliki dampak yang signifikan terhadap diferensiasi sosial, baik sebagai penyebab maupun akibat.

Kekuasaan dapat menyebabkan diferensiasi sosial dengan menciptakan hierarki dan stratifikasi dalam masyarakat. Mereka yang memiliki kekuasaan dapat menggunakannya untuk memperoleh sumber daya dan keuntungan, sementara mereka yang tidak memiliki kekuasaan dapat terpinggirkan dan dirugikan. Kekuasaan juga dapat digunakan untuk melegitimasi dan mempertahankan diferensiasi sosial yang sudah ada, seperti sistem kasta atau segregasi rasial.

Sebaliknya, diferensiasi sosial juga dapat mempengaruhi distribusi kekuasaan. Masyarakat yang sangat terdiferensiasi cenderung memiliki hierarki kekuasaan yang jelas, dengan sebagian kecil elit yang memiliki kekuasaan yang tidak proporsional. Diferensiasi sosial juga dapat menciptakan konflik dan persaingan untuk memperebutkan kekuasaan, karena kelompok yang berbeda berusaha untuk meningkatkan posisi mereka dalam masyarakat.

Memahami hubungan antara kekuasaan dan diferensiasi sosial sangat penting untuk menganalisis dan mengatasi kesenjangan dan ketidakadilan dalam masyarakat. Dengan memahami bagaimana kekuasaan diperoleh, digunakan, dan dipertahankan, kita dapat mengembangkan strategi untuk mempromosikan masyarakat yang lebih adil dan egaliter.

Kekayaan

Kekayaan merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Kekayaan mengacu pada kepemilikan sumber daya materi, seperti uang, properti, dan investasi. Kekayaan memiliki dampak yang signifikan terhadap diferensiasi sosial, baik sebagai penyebab maupun akibat.

  • Kepemilikan Aset

    Kekayaan sering kali diukur berdasarkan kepemilikan aset, seperti rumah, mobil, dan tanah. Kepemilikan aset dapat memberikan stabilitas keuangan dan keamanan, serta akses terhadap layanan dan peluang.

  • Penghasilan

    Penghasilan merupakan sumber utama kekayaan bagi banyak orang. Penghasilan yang tinggi dapat memberikan gaya hidup yang nyaman, akses terhadap pendidikan dan perawatan kesehatan yang lebih baik, serta pengaruh politik.

  • Investasi

    Investasi dapat menjadi cara untuk meningkatkan kekayaan dari waktu ke waktu. Investasi yang berhasil dapat memberikan penghasilan pasif dan stabilitas keuangan jangka panjang.

  • Warisan

    Warisan dapat memainkan peran penting dalam diferensiasi sosial, terutama di masyarakat di mana kekayaan diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi mereka yang menerimanya.

Kekayaan dapat menciptakan diferensiasi sosial dengan memberikan akses yang tidak merata terhadap sumber daya dan peluang. Orang-orang kaya cenderung memiliki akses terhadap pendidikan, perawatan kesehatan, dan perumahan yang lebih baik, sementara orang-orang miskin cenderung memiliki akses yang terbatas terhadap sumber daya ini. Kekayaan juga dapat menyebabkan stratifikasi sosial, dengan kelompok kaya membentuk kelas elit yang terpisah dari kelompok miskin.

Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Pendidikan dapat menjadi penyebab maupun akibat dari diferensiasi sosial, dan memiliki dampak yang signifikan terhadap posisi seseorang dalam masyarakat. Sebagai penyebab, pendidikan dapat menciptakan diferensiasi sosial dengan memberikan akses yang tidak merata terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang. Orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pekerjaan yang lebih baik, penghasilan yang lebih tinggi, dan status sosial yang lebih tinggi. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung memiliki pekerjaan yang kurang baik, penghasilan yang lebih rendah, dan status sosial yang lebih rendah.

Sebagai akibat, diferensiasi sosial dapat mempengaruhi akses terhadap pendidikan. Masyarakat yang sangat terdiferensiasi cenderung memiliki sistem pendidikan yang tidak setara, dengan kelompok kaya memiliki akses terhadap pendidikan yang lebih baik dibandingkan kelompok miskin. Hal ini dapat memperkuat diferensiasi sosial, karena kelompok kaya dapat terus memperoleh pendidikan yang lebih baik dan meningkatkan status sosial mereka, sementara kelompok miskin terjebak dalam siklus kemiskinan dan rendahnya pendidikan.

Memahami hubungan antara pendidikan dan diferensiasi sosial sangat penting untuk mengembangkan kebijakan dan program yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan mempromosikan mobilitas sosial. Dengan memberikan akses yang lebih merata terhadap pendidikan, kita dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil dan egaliter.

Pekerjaan

Pekerjaan merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Pekerjaan dapat menentukan status, peran, dan akses seseorang terhadap sumber daya. Selain itu, pekerjaan juga dapat menciptakan hierarki dan stratifikasi dalam masyarakat.

  • Jenis Pekerjaan

    Jenis pekerjaan yang dilakukan seseorang dapat mempengaruhi status dan perannya dalam masyarakat. Misalnya, pekerjaan profesional seperti dokter atau pengacara memiliki status yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan manual seperti buruh atau petani.

  • Prestise Pekerjaan

    Beberapa pekerjaan dianggap lebih bergengsi daripada yang lain. Pekerjaan yang dianggap bergengsi biasanya membutuhkan pendidikan tinggi dan keterampilan khusus. Pekerjaan yang bergengsi juga cenderung memberikan penghasilan yang lebih tinggi dan status sosial yang lebih tinggi.

  • Penghasilan Pekerjaan

    Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan dapat mempengaruhi status sosial seseorang. Pekerjaan yang berpenghasilan tinggi biasanya memberikan status sosial yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan yang berpenghasilan rendah.

  • Stabilitas Pekerjaan

    Stabilitas pekerjaan juga dapat mempengaruhi status sosial seseorang. Pekerjaan yang stabil memberikan rasa aman dan kepastian, yang dapat meningkatkan status sosial seseorang. Sebaliknya, pekerjaan yang tidak stabil dapat menurunkan status sosial seseorang.

Dengan demikian, pekerjaan merupakan aspek penting dalam diferensiasi sosial. Pekerjaan dapat menentukan status, peran, dan akses seseorang terhadap sumber daya. Selain itu, pekerjaan juga dapat menciptakan hierarki dan stratifikasi dalam masyarakat. Memahami hubungan antara pekerjaan dan diferensiasi sosial sangat penting untuk mengembangkan kebijakan dan program yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan mempromosikan mobilitas sosial.

Agama

Agama merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Agama dapat membagi masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang berbeda, yang berdampak pada status, peran, dan akses terhadap sumber daya.

  • Keyakinan dan Praktik

    Keyakinan dan praktik keagamaan dapat membedakan kelompok masyarakat satu sama lain. Perbedaan keyakinan dan praktik ini dapat menciptakan batas-batas sosial dan mempengaruhi interaksi antar kelompok.

  • Institusi Keagamaan

    Institusi keagamaan, seperti gereja, masjid, atau kuil, dapat menjadi pusat kehidupan sosial dan keagamaan. Institusi keagamaan dapat memberikan identitas dan dukungan kepada anggotanya, serta mempengaruhi status dan peran mereka dalam masyarakat.

  • Hukum dan Norma Keagamaan

    Hukum dan norma keagamaan dapat mengatur perilaku dan interaksi sosial. Hukum dan norma ini dapat mempengaruhi status dan peran individu dalam masyarakat, serta akses mereka terhadap sumber daya.

  • Simbol dan Ritual Keagamaan

    Simbol dan ritual keagamaan dapat menjadi penanda identitas dan perbedaan kelompok. Simbol dan ritual ini dapat menguatkan batas-batas sosial dan mempengaruhi interaksi antar kelompok.

Dengan demikian, agama dapat menjadi sumber diferensiasi sosial melalui keyakinan, praktik, institusi, hukum, norma, simbol, dan ritualnya. Diferensiasi sosial berdasarkan agama dapat memiliki implikasi yang signifikan terhadap status, peran, dan akses terhadap sumber daya individu dan kelompok dalam masyarakat.

Etnis

Etnis merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Etnis mengacu pada sekelompok orang yang memiliki identitas bersama berdasarkan asal usul, bahasa, budaya, dan sejarah. Diferensiasi sosial berdasarkan etnis dapat menciptakan hierarki dan stratifikasi dalam masyarakat, serta mempengaruhi status, peran, dan akses terhadap sumber daya.

  • Budaya Bersama

    Kelompok etnis memiliki budaya bersama yang membedakan mereka dari kelompok lain. Budaya ini mencakup bahasa, adat istiadat, nilai-nilai, dan kepercayaan.

  • Kesadaran Etnis

    Anggota kelompok etnis memiliki kesadaran akan identitas etnis mereka. Kesadaran ini dapat diperkuat melalui simbol-simbol etnis, seperti bendera, lagu kebangsaan, dan pakaian tradisional.

  • Solidaritas Etnis

    Anggota kelompok etnis cenderung memiliki rasa solidaritas yang kuat. Solidaritas ini dapat dimanifestasikan dalam bentuk kerja sama, saling membantu, dan dukungan politik.

  • Konflik Etnis

    Diferensiasi sosial berdasarkan etnis dapat memicu konflik. Konflik etnis dapat disebabkan oleh kompetisi untuk mendapatkan sumber daya, perbedaan budaya, atau sejarah permusuhan.

Dengan demikian, etnis merupakan aspek penting dalam diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial berdasarkan etnis dapat menciptakan hierarki dan stratifikasi dalam masyarakat, mempengaruhi status, peran, dan akses terhadap sumber daya. Selain itu, diferensiasi sosial berdasarkan etnis juga dapat memicu konflik dan perpecahan sosial.

Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin mengacu pada perbedaan status, peran, dan akses terhadap sumber daya yang didasarkan pada jenis kelamin seseorang. Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin dapat disebabkan oleh faktor biologis, sosial, dan budaya.

Dalam banyak masyarakat, terdapat hierarki gender yang menempatkan laki-laki pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan dalam status, peran, dan akses terhadap sumber daya. Misalnya, di beberapa masyarakat, perempuan memiliki akses yang lebih terbatas terhadap pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan politik dibandingkan laki-laki. Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin juga dapat memicu diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.

Memahami hubungan antara jenis kelamin dan diferensiasi sosial sangat penting untuk mempromosikan kesetaraan gender dan keadilan sosial. Dengan mengidentifikasi dan mengatasi akar penyebab diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif bagi semua orang.

Usia

Usia merupakan salah satu aspek penting dalam diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial berdasarkan usia mengacu pada perbedaan status, peran, dan akses terhadap sumber daya yang didasarkan pada usia seseorang. Diferensiasi sosial berdasarkan usia dapat disebabkan oleh faktor biologis, sosial, dan budaya.

  • Siklus Hidup

    Siklus hidup manusia terdiri dari beberapa tahap, seperti anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Setiap tahap memiliki karakteristik dan harapan sosial yang berbeda, yang dapat mempengaruhi status, peran, dan akses terhadap sumber daya.

  • Generasi

    Generasi mengacu pada kelompok orang yang lahir dan besar pada waktu yang sama. Generasi yang berbeda mungkin memiliki nilai, kepercayaan, dan pengalaman yang berbeda, yang dapat mempengaruhi interaksi sosial dan diferensiasi sosial.

  • Usia Kronologis

    Usia kronologis adalah ukuran usia seseorang berdasarkan jumlah tahun yang telah dijalani. Usia kronologis dapat menjadi dasar untuk diferensiasi sosial, misalnya dalam hal hak pilih, usia pensiun, dan layanan kesehatan.

  • Usia Sosial

    Usia sosial mengacu pada persepsi masyarakat tentang usia seseorang. Usia sosial dapat berbeda dari usia kronologis, tergantung pada faktor-faktor seperti penampilan, kesehatan, dan status sosial.

Dengan demikian, usia merupakan aspek penting dalam diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial berdasarkan usia dapat menciptakan hierarki dan stratifikasi dalam masyarakat, mempengaruhi status, peran, dan akses terhadap sumber daya. Memahami hubungan antara usia dan diferensiasi sosial sangat penting untuk mempromosikan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi semua kelompok umur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Diferensiasi Sosial

Bagian ini menyajikan beberapa pertanyaan umum dan jawabannya yang terkait dengan diferensiasi sosial. FAQ ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang konsep ini dan implikasinya.

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan diferensiasi sosial?

Jawaban: Diferensiasi sosial adalah perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam masyarakat, seperti perbedaan status, peran, kekuasaan, atau akses terhadap sumber daya.

Pertanyaan 2: Apa penyebab diferensiasi sosial?

Jawaban: Diferensiasi sosial dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perbedaan biologis, sosial, budaya, ekonomi, atau politik.

Pertanyaan 3: Apa saja dampak dari diferensiasi sosial?

Jawaban: Diferensiasi sosial dapat menciptakan hierarki dan stratifikasi dalam masyarakat, mempengaruhi status, peran, dan akses terhadap sumber daya. Hal ini dapat memicu kesenjangan, konflik, dan diskriminasi.

Pertanyaan 4: Mengapa diferensiasi sosial menjadi penting untuk dipelajari?

Jawaban: Memahami diferensiasi sosial sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan dan ketidakadilan dalam masyarakat. Hal ini juga membantu kita menghargai keberagaman dan mempromosikan inklusi sosial.

Pertanyaan 5: Apa saja contoh diferensiasi sosial?

Jawaban: Contoh diferensiasi sosial meliputi perbedaan status ekonomi, pendidikan, pekerjaan, agama, etnis, jenis kelamin, dan usia.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara mengatasi diferensiasi sosial yang tidak adil?

Jawaban: Untuk mengatasi diferensiasi sosial yang tidak adil, diperlukan kebijakan dan program yang mempromosikan kesetaraan, inklusi, dan keadilan sosial. Hal ini mencakup upaya untuk mengurangi kesenjangan, memberdayakan kelompok yang terpinggirkan, dan menciptakan masyarakat yang lebih adil bagi semua.

Kesimpulannya, FAQ ini membahas berbagai aspek penting dari diferensiasi sosial, mulai dari pengertian, penyebab, dampak, hingga cara mengatasinya. Memahami konsep ini sangat penting untuk mempromosikan masyarakat yang adil, egaliter, dan harmonis.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih mendalam tentang berbagai aspek diferensiasi sosial dan implikasinya terhadap masyarakat.

Tips untuk Memahami Diferensiasi Sosial

Bagian ini memberikan beberapa tips praktis untuk membantu Anda memahami dan menganalisis diferensiasi sosial dalam masyarakat.

Tip 1: Kenali Berbagai Aspek Diferensiasi Sosial
Memahami berbagai aspek diferensiasi sosial, seperti status, peran, kekuasaan, dan kekayaan, sangat penting untuk menganalisis perbedaan dalam masyarakat.

Tip 2: Amati Pola dan Hierarki Sosial
Perhatikan pola dan hierarki yang ada dalam masyarakat. Identifikasi bagaimana kelompok yang berbeda diberi peringkat dan dibedakan berdasarkan aspek-aspek diferensiasi sosial.

Tip 3: Jelajahi Perspektif dan Pengalaman Kelompok yang Berbeda
Berusahalah untuk memahami perspektif dan pengalaman kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak diferensiasi sosial.

Tip 4: Kaji Sejarah dan Konteks Sosial
Memahami sejarah dan konteks sosial masyarakat dapat membantu menjelaskan asal-usul dan perkembangan diferensiasi sosial.

Tip 5: Pertimbangkan Implikasi dan Konsekuensi
Analisis implikasi dan konsekuensi dari diferensiasi sosial, baik positif maupun negatif. Pertimbangkan bagaimana diferensiasi sosial mempengaruhi kesetaraan, keadilan, dan kohesi sosial.

Tip 6: Cari Sumber Daya dan Bacaan Tambahan
Manfaatkan sumber daya dan bacaan tambahan untuk memperluas pengetahuan Anda tentang diferensiasi sosial. Buku, artikel, dan penelitian akademis dapat memberikan wawasan yang berharga.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang diferensiasi sosial dan perannya dalam membentuk masyarakat kita.

Selanjutnya, kita akan mengeksplorasi implikasi dari diferensiasi sosial bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai diferensiasi sosial dalam artikel ini telah memberi kita pemahaman mendalam tentang konsep ini. Diferensiasi sosial merupakan sebuah fenomena yang kompleks dan multidimensi, yang membentuk struktur dan fungsi masyarakat kita. Aspek-aspek diferensiasi sosial, seperti status, peran, kekuasaan, dan kekayaan, saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain, menciptakan hierarki dan stratifikasi sosial.

Selain itu, diferensiasi sosial memiliki implikasi yang signifikan terhadap individu dan masyarakat. Hal ini dapat menciptakan kesenjangan, konflik, dan ketidakadilan, sekaligus juga dapat mendorong spesialisasi, efisiensi, dan tatanan sosial. Oleh karena itu, memahami diferensiasi sosial sangat penting untuk mengatasi masalah sosial, mempromosikan kesetaraan, dan membangun masyarakat yang lebih adil dan harmonis.

Related Post