Pahami Bahasa dengan Pengertian Sinkronik: Panduan Singkat untuk Pendidikan

administrator

Pengertian Sinkronik: Memahami Bahasa pada Satu Periode Waktu

Pengertian sinkronik merujuk pada studi bahasa pada suatu periode waktu tertentu, mengabaikan perkembangan historisnya. Misalnya, studi tentang bahasa Inggris modern mempertimbangkan struktur dan aturannya saat ini, tanpa melihat evolusi bahasa tersebut dari waktu ke waktu.

Studi sinkronik sangat penting untuk memahami penggunaan bahasa sehari-hari, mengembangkan metode pengajaran bahasa, dan membuat kamus atau tata bahasa. Pendekatan ini pertama kali dikembangkan oleh ahli bahasa seperti Ferdinand de Saussure pada awal abad ke-20.

Pengertian Sinkronik

Pengertian sinkronik sangat penting dalam linguistik karena memungkinkan kita mempelajari bahasa pada suatu periode waktu tertentu tanpa melihat perkembangan historisnya. Beberapa aspek penting dari pengertian sinkronik meliputi:

  • Struktur bahasa
  • Sistem bunyi
  • Kosakata
  • Tata bahasa
  • Semantik
  • Pragmatik
  • Variasi bahasa
  • Perubahan bahasa
  • Leksikon
  • Fonologi

Aspek-aspek ini saling terkait dan membentuk sistem bahasa yang kompleks. Pengertian sinkronik memungkinkan kita memahami bagaimana sistem ini bekerja dan bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Struktur Bahasa

Struktur bahasa merupakan aspek penting dalam pengertian sinkronik karena memungkinkan kita memahami bagaimana bahasa disusun dan diorganisasikan pada suatu periode waktu tertentu. Struktur bahasa mencakup beberapa komponen, di antaranya:

  • Fonologi
    Fonologi mempelajari sistem bunyi dalam suatu bahasa. Misalnya, bahasa Indonesia memiliki 26 fonem, yang merupakan satuan bunyi terkecil yang membedakan makna kata.
  • Morfologi
    Morfologi mempelajari struktur kata dan cara pembentukannya. Misalnya, kata “belajar” terdiri dari morfem “bel” (akar kata) dan “-ajar” (afiks).
  • Sintaksis
    Sintaksis mempelajari aturan pembentukan kalimat. Misalnya, kalimat “Saya sedang makan” memiliki struktur subjek-predikat-objek.
  • Semantik
    Semantik mempelajari makna kata, frasa, dan kalimat. Misalnya, kata “meja” memiliki makna ‘perabot rumah tangga yang memiliki permukaan datar dan biasanya digunakan untuk meletakkan benda’.

Komponen-komponen struktur bahasa ini saling terkait dan membentuk sistem yang kompleks. Dengan memahami struktur bahasa, kita dapat memahami bagaimana bahasa digunakan untuk berkomunikasi dan mengungkapkan makna.

Sistem Bunyi

Dalam pengertian sinkronik, sistem bunyi merupakan aspek penting yang berkaitan dengan struktur bahasa pada suatu periode waktu tertentu. Sistem bunyi mencakup semua bunyi ujaran yang digunakan dalam suatu bahasa, termasuk bunyi vokal, konsonan, dan diftong.

  • Fonem
    Fonem merupakan satuan bunyi terkecil yang dapat membedakan makna kata. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, fonem /p/ dan /b/ membedakan kata “padi” dan “badi”.
  • Alofon
    Alofon merupakan variasi pengucapan suatu fonem dalam konteks fonetis tertentu. Misalnya, fonem /t/ dalam bahasa Indonesia dapat diucapkan sebagai [t] atau [d] tergantung pada posisi dan lingkungan bunyi di sekitarnya.
  • Fonotaktik
    Fonotaktik mempelajari aturan kombinasi bunyi dalam suatu bahasa. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, fonem /r/ tidak dapat muncul di awal kata.
  • Intonasi
    Intonasi merupakan variasi tinggi rendahnya nada suara dalam ujaran. Intonasi dapat digunakan untuk membedakan makna kalimat, misalnya kalimat tanya dan kalimat pernyataan.

Pemahaman tentang sistem bunyi sangat penting dalam pengertian sinkronik karena memungkinkan kita memahami bagaimana bunyi ujaran digunakan untuk membentuk kata dan kalimat yang bermakna. Sistem bunyi juga memiliki implikasi dalam bidang pengajaran bahasa, pembuatan kamus, dan pelestarian bahasa.

Kosakata

Kosakata merupakan aspek penting dalam pengertian sinkronik karena merupakan kumpulan kata-kata yang digunakan dalam suatu bahasa pada suatu periode waktu tertentu. Kosakata mencerminkan budaya, sejarah, dan perkembangan suatu masyarakat, dan sangat penting untuk komunikasi yang efektif.

Kosakata memiliki hubungan timbal balik dengan pengertian sinkronik. Di satu sisi, pengertian sinkronik menyediakan konteks untuk memahami kosakata suatu bahasa. Misalnya, kata “komputer” baru muncul dalam kosakata bahasa Indonesia pada abad ke-20 seiring dengan perkembangan teknologi. Di sisi lain, kosakata juga memengaruhi pengertian sinkronik, karena kata-kata baru yang masuk ke dalam suatu bahasa dapat mengubah struktur dan aturan tata bahasanya.

Dalam praktiknya, studi kosakata dalam pengertian sinkronik memiliki banyak aplikasi, seperti pembuatan kamus, pengajaran bahasa asing, dan analisis wacana. Dengan memahami kosakata suatu bahasa pada suatu periode waktu tertentu, kita dapat merekonstruksi sejarah dan budaya masyarakat penuturnya, serta memprediksi perkembangan bahasa di masa depan.

Tata Bahasa

Tata bahasa merupakan aspek penting dalam pengertian sinkronik karena mengatur bagaimana kata-kata digabungkan untuk membentuk frasa dan kalimat yang bermakna. Tata bahasa mencakup beberapa komponen, antara lain:

  • Morfem
    Morfem merupakan satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. Misalnya, kata “belajar” terdiri dari morfem “bel” (akar kata) dan “-ajar” (afiks).
  • Kelas Kata
    Kelas kata mengklasifikasikan kata-kata berdasarkan fungsinya dalam kalimat. Misalnya, kata “buku” termasuk kelas kata benda, sedangkan kata “lari” termasuk kelas kata kerja.
  • Frasa
    Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satuan makna. Misalnya, “buku tebal” dan “lari pagi”.
  • Kalimat
    Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang memiliki struktur subjek-predikat. Misalnya, “Saya sedang makan” dan “Buku itu tebal”.

Tata bahasa sangat penting dalam pengertian sinkronik karena memungkinkan kita memahami bagaimana bahasa digunakan untuk berkomunikasi dan mengungkapkan makna. Tata bahasa juga memiliki implikasi dalam bidang pengajaran bahasa, pembuatan kamus, dan pelestarian bahasa.

Semantik

Semantik merupakan aspek penting dalam pengertian sinkronik karena mempelajari makna kata, frasa, dan kalimat. Semantik memungkinkan kita memahami bagaimana bahasa digunakan untuk menyampaikan pesan dan gagasan.

  • Makna Leksikal
    Makna leksikal merujuk pada makna dasar kata, seperti yang tercantum dalam kamus. Misalnya, kata “meja” memiliki makna leksikal ‘perabot rumah tangga yang memiliki permukaan datar dan biasanya digunakan untuk meletakkan benda’.
  • Makna Gramatikal
    Makna gramatikal adalah makna yang dihasilkan dari hubungan antar kata dalam sebuah kalimat. Misalnya, kalimat “Saya sedang makan” memiliki makna gramatikal ‘tindakan makan yang sedang dilakukan oleh subjek “saya” saat ini’.
  • Makna Kontekstual
    Makna kontekstual adalah makna yang muncul dari konteks penggunaan bahasa. Misalnya, kata “meja” dalam kalimat “Saya duduk di meja” memiliki makna kontekstual ‘tempat duduk’.
  • Makna Pragmatik
    Makna pragmatik adalah makna yang berkaitan dengan maksud dan tujuan penutur dalam menggunakan bahasa. Misalnya, kalimat “Saya lapar” dapat memiliki makna pragmatik ‘permintaan untuk disediakan makanan’.

Keempat aspek semantik ini saling berkaitan dan membentuk sistem yang kompleks. Dengan memahami semantik, kita dapat memahami bagaimana bahasa digunakan untuk berkomunikasi secara efektif dan mengungkapkan berbagai makna.

Pragmatik

Pragmatik merupakan aspek penting dalam pengertian sinkronik karena mempelajari makna yang berkaitan dengan maksud dan tujuan penutur dalam menggunakan bahasa. Aspek ini penting untuk memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial dan komunikasi sehari-hari.

  • Konteks Tuturan

    Konteks tuturan mencakup situasi, latar belakang, dan hubungan antara penutur dan lawan bicara yang memengaruhi makna ujaran. Misalnya, kalimat “tolong tutup pintu” dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada siapa yang mengucapkan dan kepada siapa.

  • Implikatur

    Implikatur adalah makna tersirat yang tidak dinyatakan secara eksplisit dalam ujaran. Misalnya, kalimat “sepertinya hujan” dapat mengimplikasikan makna ‘tolong tutup jendela’.

  • Tindak Tutur

    Tindak tutur adalah tindakan yang dilakukan melalui ujaran, seperti meminta, memerintah, atau menjanjikan. Misalnya, kalimat “saya minta maaf” merupakan tindak tutur permintaan maaf.

  • Prinsip Kerja Sama

    Prinsip kerja sama mengatur bagaimana penutur dan lawan bicara bekerja sama dalam komunikasi untuk memastikan pemahaman yang efektif. Prinsip ini mencakup beberapa aturan, seperti memberikan informasi yang relevan dan menghindari kesamaran.

Aspek-aspek pragmatik ini sangat penting dalam pengertian sinkronik karena memungkinkan kita memahami bagaimana bahasa digunakan untuk berkomunikasi secara efektif dan menyampaikan makna yang kompleks dalam berbagai konteks sosial.

Variasi Bahasa

Variasi bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam pengertian sinkronik. Variasi bahasa merujuk pada perbedaan penggunaan bahasa dalam suatu masyarakat, baik secara geografis, sosial, maupun situasional. Variasi bahasa dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti asal daerah, tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan konteks sosial.

Dalam pengertian sinkronik, variasi bahasa sangat penting karena mencerminkan dinamika penggunaan bahasa dalam suatu masyarakat pada suatu periode waktu tertentu. Variasi bahasa dapat memengaruhi struktur, kosakata, dan tata bahasa suatu bahasa. Misalnya, variasi bahasa daerah dapat memiliki kosakata dan tata bahasa yang berbeda dari bahasa baku. Variasi bahasa situasional juga dapat memengaruhi penggunaan bahasa, misalnya bahasa yang digunakan dalam situasi formal berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam situasi informal.

Pemahaman tentang variasi bahasa sangat penting dalam linguistik karena memungkinkan kita memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial yang berbeda. Variasi bahasa juga memiliki implikasi dalam bidang pendidikan, pengajaran bahasa, dan pembuatan kebijakan bahasa. Dengan memahami variasi bahasa, kita dapat mengembangkan metode pengajaran bahasa yang lebih efektif, merancang kebijakan bahasa yang lebih inklusif, dan menghargai kekayaan dan keberagaman bahasa.

Perubahan Bahasa

Perubahan bahasa adalah suatu fenomena yang wajar dalam perkembangan bahasa. Perubahan bahasa dapat terjadi dalam berbagai aspek bahasa, seperti fonologi, morfologi, sintaksis, kosakata, dan makna. Perubahan bahasa terjadi karena berbagai faktor, seperti kontak dengan bahasa lain, perubahan sosial-ekonomi, dan kemajuan teknologi.

Perubahan bahasa sangat berkaitan dengan pengertian sinkronik. Pengertian sinkronik adalah studi bahasa pada suatu periode waktu tertentu tanpa memperhatikan perkembangan historisnya. Dengan kata lain, pengertian sinkronik hanya fokus pada keadaan bahasa pada satu titik waktu tertentu.

Perubahan bahasa merupakan komponen penting dalam pengertian sinkronik karena perubahan bahasa dapat memengaruhi struktur dan aturan bahasa pada suatu periode waktu tertentu. Misalnya, perkembangan teknologi telah menyebabkan munculnya banyak kosakata baru dalam bahasa Indonesia, seperti “komputer”, “internet”, dan “gadget”.

Leksikon

Leksikon merupakan kumpulan kata dan ungkapan yang digunakan dalam suatu bahasa. Leksikon sangat penting dalam pengertian sinkronik karena merupakan salah satu aspek utama yang menentukan struktur dan aturan suatu bahasa pada suatu periode waktu tertentu.

Leksikon memengaruhi pengertian sinkronik karena kata-kata baru yang masuk ke dalam suatu bahasa dapat mengubah makna kata-kata yang sudah ada, serta dapat memunculkan aturan tata bahasa baru. Misalnya, perkembangan teknologi telah menyebabkan munculnya banyak kosakata baru dalam bahasa Indonesia, seperti “komputer”, “internet”, dan “gadget”. Kata-kata baru ini telah memperkaya leksikon bahasa Indonesia dan memengaruhi cara orang Indonesia berkomunikasi.

Selain itu, leksikon juga dapat memberikan informasi tentang sejarah dan budaya suatu masyarakat. Misalnya, kata-kata yang berkaitan dengan pertanian menunjukkan bahwa masyarakat tersebut memiliki tradisi bertani yang kuat. Kata-kata yang berkaitan dengan perdagangan menunjukkan bahwa masyarakat tersebut memiliki hubungan dagang dengan masyarakat lain.

Fonologi

Fonologi merupakan aspek penting dalam pengertian sinkronik karena mempelajari sistem bunyi dalam suatu bahasa pada suatu periode waktu tertentu. Fonologi mencakup beberapa komponen, di antaranya:

  • Fonem
    Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang dapat membedakan makna kata. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, fonem /p/ dan /b/ membedakan kata “padi” dan “badi”.
  • Alofon
    Alofon adalah variasi pengucapan suatu fonem dalam konteks fonetis tertentu. Misalnya, fonem /t/ dalam bahasa Indonesia dapat diucapkan sebagai [t] atau [d] tergantung pada posisi dan lingkungan bunyi di sekitarnya.
  • Fonotaktik
    Fonotaktik mempelajari aturan kombinasi bunyi dalam suatu bahasa. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, fonem /r/ tidak dapat muncul di awal kata.
  • Intonasi
    Intonasi adalah variasi tinggi rendahnya nada suara dalam ujaran. Intonasi dapat digunakan untuk membedakan makna kalimat, misalnya kalimat tanya dan kalimat pernyataan.

Pemahaman tentang fonologi sangat penting dalam pengertian sinkronik karena memungkinkan kita memahami bagaimana bunyi ujaran digunakan untuk membentuk kata dan kalimat yang bermakna. Fonologi juga memiliki implikasi dalam bidang pengajaran bahasa, pembuatan kamus, dan pelestarian bahasa.

Tanya Jawab tentang Pengertian Sinkronik

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang pengertian sinkronik:

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan pengertian sinkronik?

Pengertian sinkronik mengacu pada studi bahasa pada suatu periode waktu tertentu, tanpa melihat perkembangan historisnya.

Pertanyaan 2: Mengapa pengertian sinkronik penting?

Pengertian sinkronik penting untuk memahami penggunaan bahasa sehari-hari, membuat kamus dan tata bahasa, serta mengembangkan metode pengajaran bahasa.

Pertanyaan 3: Apa saja aspek yang dipelajari dalam pengertian sinkronik?

Aspek yang dipelajari dalam pengertian sinkronik meliputi struktur bahasa, sistem bunyi, kosakata, tata bahasa, semantik, pragmatik, variasi bahasa, perubahan bahasa, leksikon, dan fonologi.

Pertanyaan 4: Bagaimana pengertian sinkronik dapat membantu kita memahami bahasa?

Pengertian sinkronik membantu kita memahami bagaimana bahasa digunakan untuk berkomunikasi pada suatu periode waktu tertentu, terlepas dari perkembangan historisnya.

Pertanyaan 5: Apakah pengertian sinkronik dapat diterapkan pada semua bahasa?

Ya, pengertian sinkronik dapat diterapkan pada semua bahasa, karena setiap bahasa memiliki sistem dan aturan tersendiri pada setiap periode waktu.

Pertanyaan 6: Apa keterbatasan dari pengertian sinkronik?

Pengertian sinkronik tidak mempertimbangkan perkembangan historis bahasa, sehingga tidak dapat menjelaskan perubahan dan evolusi bahasa dari waktu ke waktu.

Dengan memahami pengertian sinkronik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bahasa berfungsi dan digunakan dalam masyarakat. Pengertian sinkronik merupakan dasar penting untuk studi bahasa dan komunikasi yang lebih mendalam.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang perbedaan antara pengertian sinkronik dan diakronik.

Tips Mempelajari Pengertian Sinkronik

Untuk memahami pengertian sinkronik dengan lebih baik, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

Tip 1: Baca buku dan artikel tentang pengertian sinkronik.

Banyak sumber tersedia yang dapat memberikan informasi mendalam tentang konsep ini.

Tip 2: Ikuti kursus atau pelatihan tentang linguistik.

Kursus dan pelatihan dapat memberikan pemahaman yang lebih terstruktur dan komprehensif.

Tip 3: Analisis bahasa yang digunakan pada periode waktu tertentu.

Perhatikan struktur, kosakata, dan tata bahasa yang digunakan dalam teks, dokumen, atau percakapan.

Tip 4: Bandingkan bahasa pada periode waktu yang berbeda.

Dengan membandingkan bahasa pada periode waktu yang berbeda, dapat terlihat perubahan dan perkembangan yang terjadi.

Tip 5: Pelajari sejarah dan budaya masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut.

Konteks historis dan budaya dapat memberikan wawasan tentang penggunaan dan perkembangan bahasa.

Dengan menerapkan tips ini, pemahaman tentang pengertian sinkronik dapat ditingkatkan secara bertahap. Pengertian sinkronik sangat penting untuk memahami bahasa pada suatu periode waktu tertentu, dan tips ini dapat membantu mempelajarinya secara efektif.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang perbedaan antara pengertian sinkronik dan diakronik, dan bagaimana kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam studi bahasa.

Kesimpulan

Pengertian sinkronik telah dieksplorasi dalam artikel ini, menyoroti pentingnya dalam memahami bahasa pada periode waktu tertentu. Studi sinkronik mengungkap struktur, kosakata, tata bahasa, dan aspek lain dari suatu bahasa pada titik waktu tertentu, tanpa mempertimbangkan perkembangan historisnya. Pemahaman ini sangat penting untuk berbagai aplikasi, mulai dari pengajaran bahasa hingga pelestarian bahasa.

Beberapa poin utama dari pengertian sinkronik meliputi keterkaitannya dengan struktur bahasa, fungsinya dalam komunikasi sehari-hari, serta dampaknya terhadap perkembangan bahasa. Pengertian sinkronik memberikan landasan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan dan dimaknai dalam konteks tertentu. Dengan menggabungkan pengertian sinkronik dan diakronik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bahasa, perubahannya, dan perannya dalam masyarakat.

Related Post